Kamis, 23 Juni 2011

Gaya Hidup Vegan Organik Menganut Prinsip Ahimsa (Tanpa Kekerasan)

Jika  kita ikut dalam tren vegan organik atau menanam dengan metode pertanian vegan organik, maka Anda akan merasakan semakin banyak kasih dari alam, kasih dari planet Bumi, kasih dari pohon-pohon, bahkan kasih dari sebilah rumput, dari bunga-bunga. Kita merasakan begitu banyak kasih sari Bumi tempat kita berjalan. Ini bahkan tidak dapat kita jelaskan dengan bahasa manusia. Kita harus merasakannya. Saya selalu merasakannya, tapi saya tidak dapat mengirimkan pesan spiritual ini kepada orang lain. Setiap orang harus mengalaminya sendiri.
Sekali kita beralih ke pola makan vegan berbelas kasih, gaya hidup yang berkenan kepada surga, maka kita akan meraskan semakin banyak kasih, semakin terhubung etiap saat. Ahimsa berarti tidak melukai makhluk apapun, dimulai  dengan pola makan vegan. Pola makan vegan organik adalah yang terbaik. Kita akan menuai, apa yang kita tabur. Jika kita menabur benih-benih penuh kebajikan ini di Bumi, serta didalam hati kita, sebagai seorang vegan, kita menghindari semua produk hewani. Misalnya, sebagian besar produksi susu menyebabkan penderitaan, pertama-tama karena semua bayi dari induk sapi diambil pada saat lahir.Tidak banyak orang mengetahuinya, termasuk saya sendiri sebelumnya. dan bayi-bayi sapi ini akan segera terbunuh. Kekurangan susu ibu dan kasih sayang ibu, mereka akan mati segera setelah dibawa pergi. Lalu, induk sapi itu dengan paksa dihubungkan ke mesin yang dapat menyebabkan rasa sakit yang menyiksa serta jatuh sakit, hanya supaya manusia bisa mengambil susunya :-)

Minggu, 13 Maret 2011

Makanan Nabati tidak Membawa Kematian

Oliver Pada kunjungannya ke rumah jagal Dave Gifford, seorang mahasiswa dari Trinity College, Connecticut melukiskan kondisi sapi-sapi yang akan disembelih seperti disaksikannya untuk pertama kalinya. ‘ Korban berikutnya didorong ( masuk ke tempat jagal ) dengan menggunakan batang listrik bertegangan tinggi. Bagian ini paling memakan waktu karena ternak sepenuhnya menyadari apa yang menunggu mereka di depan dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak masuk ke dalamnya. Simptom fisik teror begitu jelas di wajah setiap ekor sapi….. teror yang menjadi sedemikian mendalam dan mendalami. Mereka bisa mencium bau darah, dan melihat sahabatnya dipotong-potong tubuhnya. Selama beberapa detik terakhir dalam hidupnya, mereka berontak sekuat-kuatnya. Keempat sapi yang kematiannya saya saksikan sendiri menunjukkan usaha melarikan diri ke langit-langit satu-satunya arah yang tidak diblokir oleh pintu baja. Hingga kematian datang dengan tembakan senjata di atas kepala mereka…. Saya pikir seharusnya jelas, ada cara lain untuk memberi makan kepada diri kita sendiri.’ Sapi-sapi yang menunggu pembantaiannya seakan telah gila karena teror yang demikian mencekam diri mereka. Saking kalapnya karena didorong ketakutan yang luar biasa, mereka seakan ingin terbang ke langit-langit ruang jagal karena itulah tempat satu-satunya yang memungkinkan untuk melarikan diri. Tetapi sapi-sapi tidak memiliki sayap. Mereka hanya bisa menunjukkan ekspresi yang akan sama jika manusia dihadapkan kepada kondisi serupa. Berusaha dengan segala cara, mungkin atau tak mungkin untuk melarikan diri. Berentet di koridor baja yang sempit dan tidak kemungkinan gerak bebas, menunggu giliran untuk dijagal. Pada saat yang sama mereka bisa mendengar suara lenguhan moo dari teman-temannya yang ketakutan, kesakitan, jeritan minta tolong. Bau amis darah menyengak hidung mereka dan mereka melihat badan teman-temannya dijagal dan dipisahkan satu per satu. Pemandangan yang dilukiskan Pendeta Roysebagai ‘ sungguh memuakkan '
Jika kita tergerak untuk bertanya tentang siapa yang  bertanggung jawab atas kesakitan, teror, ketakutan, penderitaan, dan kematian makhluk-makhluk yang begitu lembut, maka kita akan menemukan betapa benarnya ujaran Ralph Waldo Emerson ( 1803-1883 ), ‘ Dalam makan malam, dan bagaimana rapinya rumah jagal tersembunyi bermil-mil jauhnya, keterlibatan Anda di sana akan tercium.’ Meskipun sebagian besar dari kita tidak pernah mengunjungi rumah jagal, tetapi kematian di sana berkaitan begitu langsung dengan setiap konsumen. Dengan segala kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan atas makhluk lain yang tidak merugikan kita, tidak mencelakakan kita, tidak mengancam masa depan kita dan anak-anak kita, apa yang telah kita lakukan sebenarnya. Kita menghambat kemajuan spiritual kita sendiri. Seperti dikatakan oleh tokoh besar dunia, Mahatma Gandhi bahwa kemajuan spiritual menuntut kita, pada tahap tertentu, menghentikan perbuatan membunuh sesama makhluk demi memuaskan keinginan tubuh kita.

Selasa, 01 Februari 2011

PBB Desak Masyarakat Global Ubah Pola Makan untuk Selamatkan Bumi

International Panel of Sustainable Resource Management(IPSRM)Menunjukkan produksi peternakan menyumbang 70 persen polusi air bersih secara global,30 persen penggunaan tanah dan 19 persen emisi gas rumah kaca dunia.Laporan tersebut yang akan disampaikan kepada pemerintahan seluruh dunia.Menjadi vegetarian adalah satu-satunya cara memberi makan penduduk dunia sambil mengurangi perubahan iklim.Penurunan dampak yang signifikan hanya mungkin terjadi dengan perubahan diet dan pola makan yang signifikan pula di seluruh dunia.''Manusia bisa membantu memerangi perubahan iklim dunia dengan mengurangi makan daging,''ujar Achim Steiner,Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB,seperti dilansir dari telegraph,Jumat(4/6/2010).Steiner menuturkan bahwa IPSRM telah mengkaji semua data ilmiah yang ada dan menyimpulkan bahwa dua bidang utama saat ini yang memiliki dampak amat tinggi pada sistem pendukung kehidupan planet ini adalah energi dalam bentuk bahan bakar fosil dan peternakan,khususnya peningkatan ternak untuk daging dan produk susu.PBB memperingatkan bahwa kehancuran lingkungan sebagai penopang kehidupan secara besar-besaran kemungkinan semakin dalam hingga ke titik tidak dapat dipulihkan kembali setelah target global untuk memangkas kemerosotan pada tahun ini gagal.Sebagai akibat dari kemerosotan lingkungan,dunia sekarang bergerak mendekati beberapa ''tipping points''dimana beberapa ekosistem yang memainkan peranan penting dalam proses alami seperti iklim atau rantai makanan kemungkinan hancur selamanya,demikian bunyi laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa
Laporan ketiga ''Tinjauan Biodiversitas Global''menemukan bahwa pembabatan hutan,polusi,atau eksploitasi berlebihan merusak kemampuan produksi lingkungan yang paling rentan,seperti hutan hujan Amazon,danau,dan terumbu karang.''Laporan ini menyebutkan bahwa kita mencapai ''tipping points''dimana kerusakan planet yang tak dapat dipulihkan kembali akan terjadi kecuali kita bertindak segera,''ungkap Ahmed Djoghlaf,sekretaris eksekutif Sidang Keragaman Biologis PBB,pada para jurnalis.Djoghlaf berargumen bahwa laju kepunahan untuk beberapa spesies hewan atau tumbuh-tumbuhan mencapai rekor tertinggi dalam sejarah,hingga 1.000 kali lipat daripada yang pernah terjadi,bahkan mempengaruhi hasil panen dan ternak.

Sabtu, 01 Januari 2011

Makanan Nabati Mencegah Kanker

Mengapa daging bisa meningkatkan resiko kanker? Pertama,karena daging mengandung senyawa penyebab kanker yang disebut karsinogenik.Terutama daging yang diasinkan atau daging yang diawetkan mengandung nitrat dan nitrit yang diketahui bisa menyebabkan kanker pada mulut,esofagus dan perut.Jadi hati-hati dengan daging yang dijual dan sudah dibungkus rapi dengan warnanya yang merah menawan.Kemudian karena daging itu mengandung nitrit/nitrat.Daging yang diolah seperti sate dan BBQ mengandung sejumlah penyebab kanker yang juga dijumpai pada asap rokok.Kedua,masuknya daging ke dalam tubuh akan merangsang peningkatan ekskresi atau pengeluaran asam empedu yang dianggap bisa mengakibatkan kanker.Semakin banyak asam empedu yang dihasilkan maka semakin tinggi pula resiko kanker.Studi baru-baru ini di Amerika Serikat terhadap 89.000 wanita menunjukkan bahwa memakan daging merah setiap hari sama dengan meningkatkan resiko kanker usus dua setengah kali lebih tinggi daripada hanya memakan daging merah satu kali sebulan.Ketiga,daging tidak mengandung serat makanan dan tidak mengandung senyawa protektif.Kedua kelompok ini hanya dijumpai pada makanan nabati(sayur,buah,padi-padian,kacang-kacangan).
Perlindungan terhadap kanker.Inilah salah satu sebabnya mengapa Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan kita mengkonsumsi sayur dan buah sebanyak 450 gram setiap hari dan memasukkan kacang-kacangan dalam menu sehari-hari.Begitu pula kampanye 'lima Sehari'(5 A Day) yang dilancarkan Institut Kanker Amerika,yaitu bertujuan mendorong orang-orang mengkonsumsi lima macam sayur dan buah setiap hari.Mulailah rutin mengkonsumsi pola makan yang sehat dan seimbang kaya akan nutrisi gizi tentu akan dapat mencegah penyakit kanker.

Senin, 20 Desember 2010

Makanan Nabati Tidak Mengandung Kolesterol

Semua makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak ada yang mengandung kolesterol.Kacang tanah sekalipun,sama sekali tidak ada kolesterol meski dalam jumlah yang sedikit saja.Tidak ada.Begitu pula durian,alpokat dan kacang mete.Tapi? Memang sulit dipercayai bahwa makanan yang kita kenal begitu berlemak ternyata tidak mengandung kolesterol.Bahkan minyak kelapa,minyak kacang kedelai,minyak jagung juga tidak mengandung kolesterol.Satu-satunya kelompok makanan yang mengandung kolesterol adalah makanan yang berasal dari sumber hewani,yaitu daging,telur dan susu.Kolesterol tidak hanya terdapat pada daging tertentu seperti daging merah,yaitu daging sapi,daging babi,daging kambing,tetapi juga daging ayam.Seluruh organ binatang seperti hati,ginjal.otak terdapat kolesterol dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan kolesterol di dalam daging.Binatang yang hidup di laut juga mengumpulkan kolesterol dalam daging dan seluruh bagian tubuhnya.Semua jenis ikan dan semua makanan laut mengandung kolesterol.Baik itu adalah ikan tenggiri,teri,kerapu,kakap,bawal,hiu mengandung kolesterol.Kepiting,udang,lobter,cumi-cumi,kerang mengandung kolesterol tanpa kecuali.Apa artinya kolesterol dari makanan bagi tubuh kita? Pertama,satu hal yang perlu menjadi pengetahuan kita adalah tubuh kita tidak memerlukan kolesterol dari luar karena tubuh bisa memproduksi sendiri semua kolesterol yang dibutuhkannya.Kolesterol yang berasal dari makanan telah diketahui dapat mempengaruhi kolesterol darah.Semakin tinggi kandungan kolesterol yang terdapat dalam makanan maka kadar kolesterol darah juga akan naik semakin tinggi.Kolesterol darah yang tinggi merupakan penyebab utama terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang sering kali berakhir dengan serangan jantung dan stroke.
Setiap terjadi kenaikan 1 persen kadar kolesterol dalam darah maka resiko serangan jantung akan meningkat 2 persen.Sebaliknya dengan menurunkan kadar kolesterol maka resiko serangan jantung juga akan menurun.Menurunkan kadar kolesterol dari 300 ke 200,yaitu penurunan sebanyak 1/3 akan bisa menurunkan resiko serangan jantung sebanyak 2/3.Ini adalah prestasi tubuh kita yang luar biasa.Tapi tentu saja langkah yang paling awal adalah menghindari atau menurunkan konsumsi makanan yang mengandung kolesterol.Bukankah aneh jika kolesterol tubuh kita mau diturunkan sampai tingkat normal tetapi kita terus memasukkan kolesterol ke dalamnya.